Dari Desa ke Republik
Sekitar 753 SM, Roma hanyalah sekumpulan gubuk di Sungai Tiber. Pada 509 SM ia menjadi republik — eksperimen berani di mana warga memilih pemimpin. Legiun Roma disiplin dan insinyurnya brilian. Abad demi abad, Roma menelan Italia, lalu Kartago, lalu Yunani dan Spanyol. Pada zaman Julius Caesar (44 SM), Roma menguasai seluruh Mediterania.
Zaman Keemasan Kekaisaran
Di bawah Augustus, kaisar pertama Roma (27 SM), kekaisaran memasuki Pax Romana — 200 tahun perdamaian relatif. Pada puncaknya sekitar 117 M di bawah Trajan, Roma memerintah 70 juta orang di tiga benua. Saluran air membawa air segar ke kota-kota, dan hukum Romawi menjadi fondasi sistem hukum modern.
Mengapa Roma Jatuh
Tidak ada satu alasan yang membunuh Roma — ia mati oleh seribu luka. Kekaisaran tumbuh terlalu besar untuk dipertahankan, para jenderal berperang saudara memperebutkan takhta, dan ekonomi runtuh akibat pajak berat. Pada 285 M, Diokletianus membagi kekaisaran. Belahan barat runtuh: Roma dijarah pada 410, kaisar barat terakhir jatuh pada 476.
Warisan Roma
Berjalanlah di kota Barat mana pun dan Anda akan melihat Roma: kubah, lengkungan, beton, kalender, dan gagasan kewarganegaraan. Kekristenan menyebar melalui jalan-jalan Romawi. Rekayasa Romawi — beton yang mengeras di bawah air, jalan yang masih bisa dipakai setelah 2.000 tahun — tetap menakjubkan. Roma jatuh, tetapi bayangannya masih memerintah.