Figma adalah standar industri untuk desain UI/UX — gratis untuk pemula, berjalan di browser, dan mendukung kolaborasi real-time. Jika Anda ingin masuk ke dunia desain digital di 2026, Figma adalah titik mulai terbaik. Kabar baiknya, dasar-dasarnya bisa dikuasai hanya dalam beberapa jam latihan.

1. Kenali Interface: Canvas, Layers, dan Properties

Area kerja utama disebut canvas tempat Anda menggambar desain. Panel kiri menampilkan layers (susunan elemen), panel kanan menampilkan properties objek yang dipilih, dan toolbar atas berisi alat gambar. biasakan memberi nama setiap layer sejak awal — file yang rapi menyelamatkan Anda saat proyek membesar.

2. Mulai dari Frames dan Shapes Dasar

Frame adalah wadah utama setiap layar desain — buat frame ukuran iPhone atau desktop, lalu isi dengan rectangle, teks, dan gambar. Pelajari shortcut penting seperti R (rectangle), T (teks), dan F (frame) untuk bekerja cepat. Jangan menggambar bebas tanpa frame — frame membuat desain responsif dan mudah di-export.

3. Manfaatkan Components untuk Elemen Berulang

Tombol, kartu, dan menu navigasi sebaiknya dibuat sebagai component agar bisa dipakai ulang. Ubah satu component induk, maka semua salinannya ikut berubah otomatis — sangat menghemat waktu. Kuasai components sejak dini: ini pembeda amatir dan desainer profesional di Figma.

4. Buat Prototype Sederhana yang Bisa Diklik

Hubungkan antar-frame dengan mode Prototype untuk mensimulasikan alur aplikasi yang bisa diklik. Bagikan link prototype ke teman untuk mendapat masukan sebelum desain dianggap selesai. Prototype yang bisa diklik mengubah desain statis menjadi cerita yang bisa dirasakan pengguna.

Latihan terbaik adalah meniru: pilih aplikasi favorit Anda dan coba desain ulang tampilannya di Figma. Setelah 2–3 proyek tiruan, Anda akan siap membuat desain orisinal pertama untuk portofolio.