Baterai menyumbang porsi terbesar dari harga mobil listrik, dan menggantinya tidak murah. Kabar baiknya: dengan kebiasaan yang benar, baterai EV modern bisa bertahan 8–10 tahun dengan penurunan kapasitas yang minim. Ini panduan perawatannya.
1. Aturan 20–80 untuk Pengisian Harian
Untuk pemakaian sehari-hari, jaga baterai di rentang 20–80 persen. Mengisi penuh 100 persen setiap hari mempercepat degradasi kimia baterai. Isi penuh hanya saat akan perjalanan jauh. Poin penting: banyak EV 2026 punya fitur batas charging otomatis — aktifkan di angka 80 persen dan lupakan.
2. Jangan Keseringan Fast Charging
Pengisian cepat DC memang praktis, tapi panas berlebih yang dihasilkannya mempercepat penuaan baterai. Gunakan fast charging untuk perjalanan jauh, dan charging lambat (AC) untuk harian di rumah. Poin penting: charging lambat semalaman bukan cuma lebih murah, tapi juga paling ramah untuk umur baterai.
3. Perhatikan Suhu dan Parkir
Panas ekstrem adalah musuh baterai. Di iklim tropis seperti Indonesia, parkir di tempat teduh sebisa mungkin dan manfaatkan fitur pre-conditioning sebelum berangkat. Poin penting: jangan biarkan mobil terjemur berjam-jam dengan baterai penuh — kombinasi panas + 100 persen adalah yang terburuk.
4. Pantau Kesehatan Baterai Berkala
Cek laporan kesehatan baterai (SOH) di aplikasi atau saat servis rutin. Penurunan 2–3 persen per tahun adalah normal; penurunan drastis bisa diklaim ke garansi. Poin penting: simpan riwayat SOH sejak awal — data ini menaikkan nilai jual mobil bekas Anda nanti.
Merawat baterai EV tidak rumit — hanya butuh kebiasaan kecil yang konsisten. Lakukan dengan benar, dan mobil listrik Anda akan tetap bertenaga prima hingga satu dekade.